Selasa, 21 Februari 2012

Arwah Penasaran di Sebuah Sumur


Di kota Taichung, di daerah Ta-li, saya mempunyai suatu pengalaman dengan sebuah keluarga petani disana.  Kepala keluarga petani itu bernama Lin Chin Sio yang menderita penyakit rematik.  Istrinya, seorang wanita tua berusia kira kira 50 tahun yang sering menderita encok di pundaknya.  Mereka mempunyai dua anak.  Yang satu adalah wanita yang sudah menikah.  Yang satu lagi adalah seorang pria berusia 30 tahun yang sering menderita sakit kepala.

Tuan rumah memberitahukan saya, "Tinggal di rumah ini tidak pernah satu haripun merasa tenang.  Karena itu, saya khusus mengun­dang anda untuk melihat keadaan rumah saya."

Saya berjalan jalan di halaman rumahnya.  Di ruang tengah rumah terdapat altar Kwan Im dan meja abu leluhur.  Di sebelah kanan terdapat ruang tamu dan dapur.  Di sebelah kiri terdapat tempat untuk menaruh alat tani dan lumbung.  Rumah ini tidak menunjukkan hal hal yang aneh.   Dipandang dari ilmu hong-sui, rumah ini cukup baik.  Di depan rumah ada sebuah parit dengan air yang mengalir.  Pemandangan didepan rumah cukup indah dengan sawah sawah padi yang terhampar luas.  Di belakan rumah terdapat sebaris pohon bambu dan tempat untuk memelihara ayam.  Didepan terang; di belakang ada sandaran.  Seharusnya rumah ini penuh dengan ketenangan.  Jadi saya katakan kepada tuan rumah, "Rumah ini cukup baik.  Begini saja.  Nanti malam saya akan datang lagi.  Pada umumnya secara hongsui -- keadaan siang dan malam itu berbeda."

Ketika saya melangkah keluar dari rumah tersebut, petani tua itu berkata kepada anaknya, "Orang muda ini dikenal pandai hongsui, tapi benarkah itu? Ataukah ia hanya menipu?  Mengapa setelah melihat begitu lama, ia malah terus pergi?"   Anaknya menjawab, "Tidaklah.  Dapat mengundangnya sudah beruntung karena ia sebetulnya sangat sibuk."

Pada malam itu, saya kembali ke rumah petani itu.  Didalam perjalanan dengan mobil, saya melewati sebuah rumah pembakaran mayat.  Didepan rumah tersebut, banyak arwah gentayangan yang melambaikan tangan kepada saya.  Sayapun balas menyapa mereka.  Setelah itu saya melewati kuil 7 dewa jendral.  Saya melihat seekor anjing didepan kuil yang menggonggong terus.  Mungkin ke 7 dewa jendral sedang tidak berada di dalam.  Ke 7 dewa jendral tersebut sebenarnya adalah arwah arwah yang telah meninggal dunia yang karena memiliki kekuatan batin dan mau membantu manusia melakukan kebaikan -- maka dapat mencapai tingkat dewa dan dibuatkan sebuah kuil oleh manusia.    

Meneruskan perjalanan di jalan raya, saya memasuki sebuah lorong kecil gelap yang tak terlihat banyak orang.  Disana saya melihat 2 sosok bayangan dipinggir jalan yang berteriak teriak kepada saya, "Sumur"   Saya berhenti dan bertanya, "Sumur? Apa maksudnya?"    Kedua sosok bayangan itu, satu pria dan satu wanita, tidak tampak jelas rupanya.  Badan mereka basah kuyup.  Yang pria berkata, "30 tahun yang lalu, saya dan adik perempuan saya ini mati didalam sumur.  Kami hidup didalam sumur.  Kami tidak berani pergi jauh; hanya mengikuti Dewa Dapur (Cau Kun Kong).   

Kami berdua hidup (dengan memakai/menyedot) dari spirit (enerji) keluarga kami yang menyebabkan keluarga kami menjadi sakit sakitan.  Kami sadar hal itu tidak baik tapi kami terpaksa melakukan hal tersebut.  Pada siang hari (tadi), kami mengetahui anda datang.  Kami harap anda dapat menolong kami.  Itu sebabnya kami menunggu anda disini malam ini."   Setelah itu mereka hilang.   Saya melihat Cau Kun Kong (Dewa Dapur) berjalan didepan saya; tercium bau arak; rupanya beliau suka minum arak.

Sewaktu saya tiba di rumah petani itu, saya bertanya, "Dimana sumur anda?  Tolong bawa saya kesana."  Sesampai di tepi sumur, saya merasakan adanya getaran getaran.   Setelah kembali ke ruang tamu, saya bertanya kepada mereka,

"Apakah anda mempunyai 2 anak yang mati di sumur ? Apakah anda sebenarnya mempunyai 4 anak; dua diantaranya mati disumur; satu pria berusia 32 tahun; dan satu wanita berusia 30 tahun ?  Inilah yang menjadi penyebab kenapa kalian sering tidak enak badan."

Nyonya Lim sambil menangis bercerita kepada saya, "Begini ceritanya.  Anak perempuan kami yang bernama A-li pada usia 2 tahun bermain di tepi sumur dan terjatuh kedalam sumur.  Sedangkan kakaknya yang bernama A-wang, karena ingin menolong adiknya, juga terjatuh kedalam sumur.   Ketika kami berusaha menolong mereka, mereka sudah meninggal.  Begitu malang nasib mereka."
"Itu terjadi 30 tahun yang lalu," Lim Chin Sio meneruskan.
"Jadi bagaimana baiknya?", tanya putra Lim kepada saya.
"Biarlah saya membacakan doa untuk menolong mereka dengan bantuan Ksitigarbha Bodhisatwa. "

Saya membaca doa sebagai berikut, "Semua makhluk, sejak dahulu kala, karena kebodohannya, menganggap kepalsuan sebagai yang nyata.  Demikian juga dengan orang yang sudah meninggal.  Mereka berputar putar di alam samsara karena kebodohannya.  Hari ini, saya, Lian Sen, memohon kepada para dewa supaya mereka berdua mendapat tempat yang sesuai dengan karma mereka."   Selesai membaca doa, saya melihat sinar kedua arwah tersebut menuju ke langit.   

Keluarga Lim berangsur angsur menjadi sembuh dari penyakit­nya.  Sekarang mereka percaya bahwa roh itu benar benar ada.

 **sumber: e-book Padmakumara-1, kisah no.41

Kisah tentang abortus (pengguguran bayi)



Sejak pertama kali aku mulai mengalami kejadian kejadian aneh tapi nyata delapan tahun yang lalu,  sampai sekarang aku berhubungan secara rutin dengan dunia roh.   

Aku selalu terpesona dengan segala sesuatu yang kulihat di dunia roh.  Pandangan hidupku dan nilai nilai yang kupegang berubah sangat besar karena pengalaman pengalamanku dengan dunia roh.   

Aku masih enggan membicarakan tentang semua yang kulihat dan kudengar didalam dunia roh.  Tetapi ada suatu pengalaman yang aku rasa perlu kuceritakan kepada para pembaca.

Aku dapatkan bahwa dibalik baju baju indah yang dipakai oleh wanita terdapat bayangan bayangan darah merah.
Mereka (hal-demikian) terlihat baik pada wanita yang sudah berkeluarga maupun wanita yang masih belum menikah.
Didalam bayangan bayangan itu aku dapat melihat makhluk makhluk yang belum normal maupun belum dewasa.  Sebagian wanita memiliki lebih dari satu bayangan.  Makhluk itu memancarkan sinar putih.  Karena bayangannya berwarna merah darah, sangatlah mudah menghitung berapa jumlah makhluk itu didalamnya.

Pada suatu siang, ketika aku melewati sebuah jalan di kota Tai-chung, aku secara tak disengaja melirik ke puncak dari sebuah gedung rumah sakit bersalin.  Aku melihat sebuah bayangan darah yang besar mengambang; besarnya seperti kolam air saja!  Aku merasa kaget dan takut!  Bagaimana bisa dan mengapa ada bayangan darah yang begitu besar disana?  Bentuknya seperti matahari terbenam, merah tua dan bercahaya.

Yang lebih menakutkan lagi, didalam bayangan itu aku dapat melihat makhluk makhluk yang masih abnormal, seperti sebuah sarang cacing cacing putih saja.  Sangat menyeramkan.  Aku merasakan kulitku merinding dan sebagian rambutku berdiri.  Aku menjadi pusing kepala dan merasa ingin muntah.  Aku dapat mencium bau darah.  Sungguh sangat tidak nyaman rasanya.

Ketika aku berusaha mengatasi perasaan tidak enak ini, seorang wanita yang kukenal berjalan keluar dari dalam rumah sakit itu.  Namanya adalah Tsai.  Ia pernah datang meminta diramal olehku pada dua tahun yang lalu.  Aku melihat bayangan bayangan darah merah didalam tubuhnya.

"Oh! Pak Lu ada disini!"  Ia merasa malu tersipu sipu melihatku.
"Ini yang nomor empat, bukan?" aku bertanya langsung.  Dua tahun yang lalu ketika aku melihatnya aku mengatakan bahwa ia telah mempunyai tiga anak, dan sekarang aku melihat makhluk putih keempat didalam bayangan darah ditubuhnya.

Ia mengangguk.
"Engkau harus merawat tubuhmu."
"Saya tidak lagi mempunyai arti hidup," jawabnya.
"Jangan berkata demikian!  Hidup ini sungguh bernilai dan mempunyai arti.  Engkau harus mencari arah hidup yang sesuai.  Dapatkanlah arah itu."

"Dulu Pak Lu berkata bahwa saya akan mempunyai lima anak.  Jadi saya hanya mempunyai satu kesempatan lagi."
"Karena itu kau harus merawat tubuhmu.  Ini adalah kesem­patan yang terakhir."

"Saya rasa saya kena kanker barangkali.  Saya merasa lelah dan sering pusing.  Wajah saya juga pucat.   Bila tidak memakai kosmetik, saya terlihat seperti mayat.  Saya tidak mempunyai nafsu makan.   Jantung saya berdetak kencang.  Tangan saya berkeringat.  Dan saya juga mudah masuk angin."

"Tidak.  Engkau tidak berpenyakit kanker.  Nona Tsai.  Dengarlah.  Kembalilah kepada orang tuamu.  Itu akan sangat memban­tu."

Keluarga nona Tsai tinggal di Taiwan Utara.  Nona Tsai pergi ke Taiwan daerah tengah untuk melarikan diri dari keluarganya dan untuk berpelesir.  Aku mengulangi saranku lagi, "Pulanglah ke rumah orang tuamu dan sering seringlah menyebut nama Budha."

"Baiklah, saya akan mendengarkan saran Pak Lu."  Ia mengucapkan terima kasih dan kemudian berjalan pergi.
Setiap kali aku melihat bayangan darah di tubuh wanita dan melihat berapa jumlah makhluk didalam bayangan itu, aku dapat mengetahui berapa jumlah aborsi yang telah dilakukan wanita itu.  Jawaban yang kuberikan selalu tepat.

Aku pernah berdiskusi tentang aborsi dengan seorang temanku yang berprofesi sebagai dokter.  Ia berkata, "Tidak banyak yang dapat kami lakukan.  Kami diminta oleh para pasien;  mereka menginginkan aborsi.   Aborsi adalah suatu hal yang umum.  Meskipun secara prinsip -- kami tidak setuju, tidak dapat disangkal bahwa aborsi memecahkan masalah mereka.  Manusia mempunyai begitu banyak persoalan."  Ia berpikir sejenak, kemudian melanjutkan, "Rumah sakit bersalin mengha­silkan banyak uang dengan melakukan operasi aborsi."

Aku merasa sedih memikirkan hidup dari bayi bayi yang di aborsi.  Makhluk makhluk janin itu sungguh tak berdaya.  Setelah diaborsi, roh mereka menempel kepada ibu mereka atau roh mereka hanya mengambang saja.  Roh roh yang diaborsi ini meningkatkan kekuatan (hawa) kebengisan didalam dunia ini.

Seringkali wanita menjadi lemah tubuhnya setelah mengalami aborsi.
Membaca doa dan bermeditasi dapat memperbaiki kondisi hidup.  Wanita yang telah mengalami aborsi tertolong oleh doa mereka dan doa teman teman mereka.  Pikiran yang ramah, lemah lembut dan penuh harapan dari semua orang yang berdoa sangatlah menolong baik untuk para ibu yang beraborsi maupun makhluk makhluk roh janin nya.

Aku sungguh berterima kasih bahwa nona Tsai menuruti saranku dan kembali kepada orang tuanya.  Ia menikah dengan seorang pria yang bekerja sebagai pegawai negeri.  Mereka sekarang mempunyai seorang putra yang manis.

**dikutip dari e-book: Padmakumara-1, kisah ke-27
 

Selasa, 14 Desember 2010

Tiga Orang yang Berlatih Kungfu


kisah ke-9 dari buku "Satu Mimpi Satu Dunia"


Di Danau Daun, saya amat rindu pada umat tahap awal Zhenfo Zong.
Dulu, ada tiga orang umat yang berlatih silat kungfu.

Yang pertama bernama Xu Shuiwang, perawakannya tinggi dan gagah. la berhasil menguasai Kungfu Tudung Lonceng Emas. la didorong sepuluh orang pun tak tergoyahkan. Kungfu ini dinamakan 'berakar di tanah', meski badannya ditinju bertubi-tubi, dirinya bergerak pun tidak, merintih pun tidak. IImu silatnya hebat.

Saya masih ingat ketika pertama kali kembali ke Taiwan, Xu Shuiwang ternyata sudah jatuh sakit. Tak disangka itu adalah pertemuan kami yang terakhir kalinya. Lalu ia pun mangkat pada usia yang belum terlalu tua.

Batinku amat sedih!

Yang kedua bernama Zhang Huangming. la sudah lama berguru padaku. la berjanggut hitam dan panjang, berperawakan tinggi besar, dan menguasai ilmu silat dengan hebat karena sejak kecil sudah berlatih kungfu. Zhang Huangming sangat saleh. Sepasang matanya tajam bersinar.

Namun ia juga sudah mangkat pada usia yang tidak terlalu tua. Banyak orang mengenal diri Zhang Huangming. Saya merindukannya dan merasa iba padanya, air mataku terus berderai.

Yang ketiga bernama Zheng Yuxin. Perawakannya kekar, ilmu silatnya juga hebat, pernah bertarung di pentas kungfu.

Kungfunya nomor satu, jurus Tapak Bagua pun sudah mahir dikuasainya. Ketika usianya sekitar lima puluhan, ia masih kuat memasang kuda-kuda tunggal. Kelenturan tubuhnya dikagumi banyak orang.

Zheng Yuxin pernah memperagakan kungfunya di Vila Pelangi. la juga berlatih Tapak Besi, dan kemampuannya sangat luar biasa. Yang tak disangka-sangka adalah, ia juga sudah mangkat. Saya sedang berada di Danau Daun ketika ia wafat. Tubuh bardonya datang menemuiku, dan jumlah arwah yang datang menyertai dirinya tidaklah sedikit.

Saya mengantar kepergiannya. Saya tak dapat menahan sedih, hatiku memilu!

Saya menulis tentang ketiga umat yang berlatih kungfu ini agar kita semua mengenal fakta ilusi. Ingat: dunia ini anicca, bumi ini rapuh, empat elemen itu duka dan sunya. Dalam panca skanda tiada keakuan, proses dari muncul hingga lenyap mengalami bentuk- tahan-rusak -kosong.

Ada saatnya kuat ada saatnya lemah.
Ada saatnya lahir ada saatnya mati.
Ada saatnya kumpul ada saatnya pisah.

Anicca itu memang cepat adanya. Saya adalah seorang sadhaka yang berperasaan, bagaimana saya tidak merindukan tiga umat senior yang berlatih kungfu ini. Hidup bagaikan sebuah mimpi, BETAPA SINGKATNYA KEBERSAMAAN. Satu mimpi satu dunia.

Saya berlatih cahaya terang, mempersembahkannya pada sepuluh penjuru Buddha. Cahaya memasuki hati Buddha, kembali memasuki hati saya, kemudian memancar ke seluruh makhluk enam alam kehidupan di sepuluh penjuru. Menyelamatkan makhluk luas agar terbebas dari samsara Langsung menuju Sukhavatiloka. Menempuh alam suci itu adalah hal yang paling utama. Saya katakan, sekalipun berolah tubuh sekuat apa pun, toh akan rapuh, sang waktu tidak pernah memberi ampun!

Jumat, 14 Mei 2010

KUIL SETAN JUDI

Ada seorang wanita bernama Xia Hui datang berkonsultasi kepada saya, menanyakan tentang kemana almarhum ayah nya reinkarnasi.

Saya menjawab, "Ia masuk ke dalam kuil"

"Ah! Jadi, ia telah menjadi dewa?" Xia Hui terkejut.

"Bukan!"


"Jadi apa?"

"Kuil yang dimasuki ayahmu bukanlah kuil suci, melainkan kuil tempat berkumpul para setan judi"

Xia Hui menjadi pucat, "Selagi masih hidup, ayah adalah seorang yang jujur dan patuh pada hukum. Satu-satu nya kebiasaan buruknya adalah berjudi. Ia telah berulang kali berjanji untuk berhenti berjudi, tetapi tidak pernah berhasil. Sebenarnya ia pun merasa bersalah. Tak saya sangka, setelah meninggal, ia masih masuk ke kuil setan judi. Master Lu, dimana kuil itu? Saya bermaksud mengunjunginya."

"Kuil Shi-Gong" (Kuil Kakek Amal)

Saya merasa nama kuil ini penuh makna. Kata "amal" (shi) dan kata "kalah" (shi) mempunyai intonasi yang sama. Sering berjudi tidak mungkin tidak pernah kalah. Segerombol "kakek kalah" berkumpul di satu tempat. Bukankah cocok disebut “Kuil Shi-Gong"?

Setahu saya, baik di alam "yang" maupun di alam “yin", ada pengelompokan. 

Yang bersih dikelompokkan menjadi satu. 
Yang kotor dikelompokkan menjadi satu pula. 
Yang gemar berjudi dikelompokkan menjadi satu.

Dalam kesempatah ini saya menasihati orang yang gemar berjudi:
"Diantara langit dan bumi, cara tercepat untuk menghabiskan harta keluarga adalah dengan berjudi. Disamping itu, kebiasaan berjudi merusak moral dan melanggar kehendak Yang Maha Kuasa. Bila sudah terperangkap judi, bagaikan berenang di tengah laut, sangat sulit untuk kembali ke darat. Lautan judi dalam tak berdasar. Tenggelam semakin dalam, maka semakin tak berdaya untuk melepaskan diri. Sangat langka orang yang mempunyai cukup kekuatan meditasi untuk bisa keluar dari lautan judi. Orang yang ternoda judi akan meninggalkan mata pencaharian mereka yang halal.

Mengapa? Kareha berjudi sangat menguras perhatian, sangat menghabiskari waktu, tidak membedakan siang dan malam, membuat orang tidak bisa tenang untuk tidur beristirahat. Kalau sudah terbius judi, badan rasanya gatal kalau tidak berjudi. Yang ada dalam pikiran hanyalah bagaimana supaya bisa menang. Mata mereka memandang rakus. Semakin lama, wajah mereka sudah tidak berbeda banyak dengan wajah setan, wajah setan judi. Apa gunanya berjudi?. Renungkanlah, sanak keluarga akan menjauh. Lahan dan rumah harus dijual. Cepat atau lambat pasti kalah. Waktu terbuang sia-sia. Api keserakahan berkobar-kobar. Menjadi cepat marah. Usaha bangkrut. Hidup bisa hancur. Saya menasihati umat manusia, jangalah ternoda oleh kata “JUDI".

Malam lusa setelah Xia Hui datang berkonsultasi, sesosok roh manusia menembus masuk kamar tidur saya.

"Siapa kau?"


"Xia Jing, Saya adalah ayah Xia Hui." Ia berlutut di hadapan saya.

“Ada urusan apa?"
"Xia Hui berziarah ke tempat saya. Sewaktu berdoa, ia menyebutkan bahwa anda mempunyai kesaktian besar dan mampu menyeberangkan saya ke alam surga Sukhawati."
Saya tertawa terbahak-bahak mendengar nya.
Dengan wajah sangat sedih, Xia Jing bertanya, "Mengapa menertawai saya?"
"Di Kuil Setan Judi, kau terus keranjingan berjudi sampai kalah habis-habisan. Sekarang modalmu sudah habis, baru meminta saya mengantarmu terlahir di surga Sukhawati. Bisa-bisa di surga Sukhawati pun kau meneruskan berjudi. Bagaimana saya bisa menyeberangkan mu?"
Eh ..... " Xia Jing tak bisa berkata apa-apa lagi, bermaksud pergi. .

"Tunggu!" Secara prinsip, saya tidak akan menghiraukan makhluk rendah penjudi yang sudah kalah baru berpikir untuk bertobat, yang setelah mati pun masih meneruskan kebiasaan berjudi nya. Mereka sungguh memalukan dan tak tertolong lagi. Akan tetapi, saya teringat akan ucapan putri nya, "Selagi masih hidup, ayah adalah seorang yang jujur dan patuh pada hukum." Kalimat tersebut membuat saya tidak tega.

Saya berkata, "Saya akan menemanimu ke kuil setan judi"


"Untuk apa?" Xia Jing ragu-ragu.

"Saya akan membantu mu menang."

Di Kuil Setan Judi, saya menggunakan 2 jenis ilmu.
Ilmu pertama adalah ilmu menyembunyikan wujud. Tangan kiri saya membentuk mudra tinju. Ibu jari menekan ujung jari telunjuk sehingga berbentuk lingkaran. Ketiga jari lainnya tetap dikepalkan rapat-rapat. Ada lubang di telapak tangan. Letakkan tangan di depan dada. Visualisasikandiri sendiri masuk ke dalam lubang di telapak tangan. Kemudian, gunakan tangan kanan dengan telapak lurus, membuat gerakan berputar ke kanan mengelus mudra tangan kiri. Lalu, tutup lubang di mudra tangan kiri. Bayangkan mudra ini adalah Marici Bodhisattva. Bayangkan diri sendiri menyembunyikan wujud di dalam hati Marici Bodhisattva. Baca mantra Marici Bodhisattva. Maka, segala hantu dan dewa tidak lagi bisa melihat saya.

Lalu, saya menggunakan ilmu kedua yaitu “Hu Biji Dadu Penurut"

Saya membaca mantra biji dadu mendengar perintah, "Jie Di Mi Di. Mi Jie La Di" sebanyak 7 kali.

Saya berjalan di belakang Xia Jing.
Xia Jing mengeluarkan 200 yuan untuk berjudi.


Bandar judi menolak, "Tidak bisa, 200 yuan terlalu sedikit."

Xia Jing memohon, "Sekali saja. "
"Baiklah." Bandar memasukkan biji daduke dalam kotak.
Setelah digoyang-goyang, diletakkan lagi.
Saya memberitahu Xia Jing, "Pilih angka 3." Xia Jing menuruti saya.
Setelah penutup dibuka, ternyata memang tiga titik.

Bandar kalah. Xia Jing bermodal 400 yuan sekarang. Saya menyuruhnya memasang angka 6. Begitu penutup dibuka, ternyata memang '6'. Bandar. jadi penasaran. Permainan berlangsung terus. Biji dadu menuruti apa kata saya. Bila saya katakan berapa titik, maka itulah yang keluar.
Xia Jing menang berjuta-juta.

Wajah bandar sudah seperti tanah, "Kurang ajar, ada setan!"

Dalam hati saya berpikir, "Kalian-lah setan nya. Lucu sekali!"

Bandar menukar biji dadu dan kotak. Hati nya penasaran.
Menurut cara bandar menggoyang kotak, seharusnya muncul 1 titik. Tetapi, bisa berubah menjadi 5 titik. Digoyang supaya muncul 4 titik, jadinya 1 titik. Bandar penasaran tapi tak habis pikir.

Hasil yang dimenangkan Xia Jing selain melunasi semua hutangnya, juga membuat Kuil Setan Judi bangkrut total. Semua harta Kuil Setan Judi menjadi miliknya. Semua karyawan menjadi anak-buah nya. Semua setan judi yang ikut berjudi melawan nya kalah habis-habisan. Xia Jing menjadi kava raya, berteriak kegirangan.

Saya mulai mengajari Xia Jing berlatih Tantrayana.
Tahap awal: tahap pembersihan, berlindung dan membangkitkan bodhicitta, membersihkan karma buruk diri sendiri, mendapatkan dukungan dharmapala pelindung, menumpuk pahala sehingga cepat memperoleh adisthana (pemberkatan) Vajra Master.

Tahap inti: menggunakan api kundalini membakar pikiran keserakahan, menggunakan ilmu tubuh ilusi melenyapkan segala khayal dan kerisauan batin, menggunakan ilmu mengamati mimpi untuk membersihkan pandangan, menggunakan ilmu cahaya suci untuk mencapai tanah suci yang bersih dan terang.

Tahap akhir: membangkitkan maha prasetya dan melimpahkan jasa.

Mengingat Xia Jing bertubuh roh, asalkan memiliki keyakinan yang kuat, maka akan mendapatkan rahasia keberhasilan roh.

Inilah: Jati Diri pada dasarnya tidak terlahir, Budhata sejati tidak asli dan juga tidak palsu, segalanya. bagaikan bayangan bulan di dalam air, kokoh seperti demikian, maka dapat berlatih yang sejati.

Tak saya sangka, ternyata motivasi Xia Jing terfokus pada "ilmu biji dadu penurut". Saya bersusah-payah mengajarinya meditasi dengan penuh konsentrasi. Namun, hati nya menerawang, tidak bisa kokoh.

Xia Jing berkata, "Saya tidak mau pergi ke negri Buddha yang bersih"


"Apa?" Saya terpaku.

"Saya ingin berlatih Tantrayana."
"Oh ... " Saya merasa lega.
"Saya hanya ingin berlatih ilmu biji dadu penurut."
"Eh ... " Saya tersentak. Inilah yang disebut sulitnya menolong para insan. Bukan hanya manusia yang bisa. serakah, roh hantu pun bisa. Bedanya hanyalah hantu tidak lagi dibelenggu oleh tubuh fisik. Tetapi, mereka tetap memiliki karma masa lampau, tetap melekat.

"Benar-benar sifat berjudi sulit diubah," saya menghela napas"


Xia Jing berlutut di hadapan saya dan berkata, “Disaat saya berjudi, hati dan konsentrasi saya terfokuskan. Apapun tldak lagl penting. Saat menang, senangnya tak bisa saya uraikan dengan kata kata. Mohon mengajarkan saya ilmu biji dadu penurut."

"Kau tidak cocok berlatih ilmu itu," kata saya. 


"Siapa yang cocok?"
"Saya."
"Mengapa?"
"Sebab saya bisa mengendalikan diri. Saya tidak sembarang menggunakan ilmu itu. Saya hanya menggunakan nya untuk tujuan menyelamatkan umat seperti dalam kasus mu"

"Kau menolak mengajari saya ilmu itu?"


"Ya"


"Kalau kau tidak mau mengajari saya ilmu itu, saya akan pergi."

"Pergi kemana?" 

"Kuil Shi Gong."

Sungguh memusingkan berurusan dengan setan judi: Itulah alam neraka yang sempit dan picik. Niat judi yang menjeratnya ternyata lebih besar dari niat untuk transmigrasi ke alam surga, membuat saya sedikit tidak mengerti.

Sesungguhnya, Kuil Setan Judi bukan hanya ada  di alam neraka. 

Bukankah KASINO di dunia manusia pun merupakan Kuil Setan Judi?

Putri Xia Jing datang lagi mencari saya, "Apakah ayah sudah berhasil diselamatkan?"


"Belum." "Mengapa?" "Tidak bisa."

"Jadi ayah masih berada di KuilSetan Judi?"
"Sifat berjudi nya sangat kuat. Saya tidak sanggup mengatasinya"

Xia Hui berkata terus-terang, "Ayah sudah menganggap berjudi seperti nyawa nya sendiri. Saat menjelang ajal, ayah bahkan berpesan agar barang-barang judi nya dimasukkan ke dalam peti mati nya sampai penuh"



Pesenne cak Mukidi,  "Mulane rek, ojok sampek awak pena di cap penjudi ambek masyarakat, tiwas ngko nek wis matek  pena dadi setan judi, gelem tah?" 



*sumber: buku xxx kisah ke xx karya master Lu Sheng Yen

Selasa, 13 April 2010

KASUS DITEMPEL ROH SAKTI TINGKAT TINGGI


Pada tanggal 16 Juni 1982, saya meninggalkan Taiwan (tanah kelahiran dan tempat dimana saya hidup selama 38 tahun) dan pindah ke Seattle (Amerika Serikat) sampai sekarang.

Saya terus berlatih Tantrayana dengan tekun. Saya berusaha menolong sebanyak mungkin orang berdasarkan prinsip maha welas asih yang universal.

Setelah pindah ke Amerika Serikat, saya bahkan mengalami lebih banyak lagi peristiwa gaib yang tak terbayangkan. Berikut ini adalah sebuah peristiwa mistik yang dialami oleh Master Lien Ci (seorang murid saya yang telah saya angkat menjadi salah seorang Master aliran Tantra SatyaBuddha). Namun, peristiwa ini berkaitan dengan saya pula. Jadi, saya harus bercerita eukup panjang lebar supaya pembaca menjadi paham.

Dibawah ini saya lampirkan terlebih dahulu artikel yang ditulis sendiri oleh Master lien Ci: "Pada pertengahan Agustus tahun ini, selagi saya membabarkan Dharma di kota Houston (Texas, USA), saya sakit urethritis karena berenang. Setelah minum obat, saya kira saya sudah sembuh sehingga berangkat ke kota Seattle untuk menghadiri upacara ulambana (upacara menolong para arwah). 3 hari sebelum tanggal upacara, saya terjangkit demam setinggi 105• derajat fahrenheit. Saya kira saya cuma flu, tapi setelah minum obat flu, kondisi saya malah lebih memburuk. Saya pargi ke rumah sakit untuk diperiksa. Kata dokter, saya sakit nephritis akut. Tuan Ceng dan istrinya (2 saudara sedharma) yang juga ikut menghadiri upacara ulambana di kota Houston merawat saya sepanjang hari dan mengantar saya menginap di sebuah hotel. Pada jam 3 pagi tanggal 31 Agustus, sesosok roh yang kuat memasuki tubuh saya. Roh ini mengubah dirinya menjadi 2 wujud Bodhisattva: "Yao Che Cing Mu" (Vajra Buddhamartka Kolam Yao) dan Avalokitesvara 1000 Tangan 1000 Mata. Roh tingkat tinggi ini langsung memberitahu saya 6 hal:

1. Ia sedang menCari seseorang yang murni bersih dan yang dipenuhi dengan unsur "positif" (unsur YANG seperti dalam Im-yang). Katanya, saya lah orangnya.

2. Nyawa saya ditolong oleh Maha Guru Lu Sheng Yen. Pada siang hari tanggal 29 Agustus, Maha Guru Lu Sheng Yen memang mengunjungi saya dan memberi saya adisthana (pemberkatan) selama 1 menit.

3. Ia adalah sesosok roh tingkat tinggi, namun ia mengakui bahwa tingkat kebatinannya masih dibawah tingkat Maha Guru Lu Sheng Yen yang tak terbayangkan di dunia roh.

4. Hargailah Dharma Tantrayana SatyaBuddha. Berlatihlah tekun. Mahiri ilmu "pernapasan botol" setahap demi setahap sebagai fondasi dari tahap pelatihan Tantra Dalam.

5. Sebelum makan, murnikan dulu makanannya, seberangkan dulu hawa binatang nya, persembahkan dulu makanannya. Urutan penerima persembahan: pertama kepada Maha Guru, kedua kepada Vajra Buddhamartka Kolam Yao, ketiga kepada Avalokitesvara Bodhisattva …. dan kepada dia (roh tingkat tinggi itu).

6. Kalau saya tahu terlalu banyak, akan banyak ada malapetaka menimpa saya.

(Kalimat ini aneh dan mencurigakan. Harap para pembaca meneruskan membaca meskipun was-was. Sebentar akan menjadi jelas dan menarik.) Sewaktu roh tingkat tinggi ini menempel di tubuh saya, saya bisa menggunakan kesaktiannya untuk melakukan banyak hal, termasuk hal hal berikut ini:

1. Saya bisa melihat semua unsur udara, termasuk warnanya.

2. Saya bisa akupunktur, resep obat Cina, resep obat barat, hongshui, dan segala ilmu di dunia manusia.

3. Saya tahu persis nomor lotteri yang akan menang dan siapa yang sedang memegang nomor lotteri tersebut.

4. Saya dapat melihat segala sesuatu di berbagai tempat di berbagai negara.

5. Saya tahu rintangan di cakra hati dari manusia di seluruh dunia dan sanggup membantu membuka rintangan tersebut. (Ada 8 saudara sedharma yang pernah berkonsultasi dengan saya pada saat itu dimana semua jawaban yang saya berikan merupakan jawaban yang tepat).

6. Saya sanggup melakukan penyembuhan gaib untuk diri sendiri maupun orang lain. Tuan Ceng sakit rhinitis (hidung) selama bertahun-tahun. Saya menyembuhkannya dalam 10 detik. Sekarang ia dapat mencium wangi cendana.

7. Saya tahu harga semua saham dan kapan harga itu akan naik atau turun.

8. Saya tahu kehidupan masa lampau dari semua orang. (Saya tahu bahwa saya suatu kali dalam kehidupan lampau pernah menjadi putri dari Maha Guru Lu Sheng Yen dan istrinya). Saya juga tahu masa yang akan datang.

Selama 3 hari 3 malam dari jam 3 pagi di tanggal 31 Agustus sampai jam 3 tanggal 2 September, roh tingkat tinggi itu menguasai saya secara tubuh dan pikiran. Dengan cepat, ia membersihkan organ dalam tubuh saya, menyembuhkan penyakit yang sudah lama saya derita, dan juga membuang hawa keserakahan, kebencian, dan kebodohan saya. Saya mendapatkan rasa kebahagiaan terbesar, kesucian, terang, dan 6 jenis kesaktian. Tubuh saya sepertinya telah menjelma menjadi sebuah istana megah bagi roh tersebut. Roh itu bisa keluar masuk tubuh saya sesuka hatinya. Selama 3 hari dibawah kontrolnya, saya tidak bisa tidur, tidak bisa beristirahat. Meskipun saya penuh dengan energi, saya merasa apa yang terjadi sudah diluar batas dan sudah tidak normal lagi.

Maha Guru kita sering mengingatkan kita bahwa dalam melatih batin, segala sesuatu haruslah secara alamiah, bahwa kita harus tidur cukup dan makan cukup. Tapi, saat itu, saya tidak bisa tidur, tidak bisa makan daging apapun ataupun sesuatu yang digoreng. Pada tanggal 2 September, saya kembali pergi ke Markas Tantra SatyaBuddha untuk meminta Maha Guru memberikan pemberkatan ulang.

Setelah menerima pemberkatan ulang dari Maha Guru sampai 5 kali (dimana Maha Guru berkomunikasi dengan roh tingkat tinggi itu), saya baru bisa makan dan tidur nyenyak lagi seperti normalnya. Saya mulai bisa mengontrol diri lagi. Setelah melewati ujian ini, saya sungguh merasa bahwa orang orang yang melatih batin seringkali diganggu (diuji) oleh dunia luar pada berbagai tingkat kebatinan yang mereka harus lalui. Bila sesosok roh sampai menempel di tubuh anda sehingga membuat anda sakti, anda harus tetap berplikir jernih, Jangan menjadi bingung, jangan melekat pada apapun, jangan menjadi sombong. Anda harus mentaati peraturan Samaya (keyakinan yang kokoh pada Maha Guru dan ajaran nya). Bila anda sampai kehilangan keyakinan pada Guru Akar (Guru Utama) anda, maka pikiran anda bisa dikuasai iblis. Itu berarti kegagalan.

Bila anda sudah tidak sanggup mengontrol diri lagi dalam hal makanan, tidur, ucapan, dan tingkah laku sehingga anda sudah tidak normal lagi, maka anda atau kerabat anda seharusnya pergi meminta bantuan kepada Guru Akar anda.

Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih saya kepada Maha Guru Lu Sheng Yen atas pemberkatan beliau yang telah menyelamatkan saya dari cengkraman roh tersebut. Saya Juga berterima kasih kepada Master Lien Xiang atas perawatan dan rasa prihatin nya. Saya juga berterima kasih kepada semua Master, semua biksu, dan semua rekan. sedharma yang telah merawat saya. Tak tahu bagaimana lagi cara membalas budimu, oh Guruku, sekali lagi saya bersumpah untuk senantiasa mengikuti Maha Guru sepanjang hidup saya dalam menolong para insan."

 Demikianlah kesaksian Master Lien Ci. Apa yang dialami oleh Master Lien Ci adalah pengalaman yang belum pernah dialaminya seumur hidup. Adalah sulit untuk mengatakan apakah pengalaman itu sesuatu yang menguatirkan ataukah sesuatu yang menyenangkan. Di satu sisi, langsung mendapatkan kesaktian membuat matanya terbuka tentang banyak hal. Tapi, ia tidak terbiasa akan hal itu dan bingung tentang apa yang harus dilakukan. la memberitahu saya bahwa roh itu dari jauh di atas langit turun kepadanya seperti seutas sinar. Sewaktu sinar itu masuk ke tubuhnya, ia langsung berubah menjadi seorang yang sakti.

Misalnya, bila ada serombongan orang di satu mobil yang ingin pergi ke sebuah tempat yang asing bagi mereka, maka mereka harus melihat peta terlebih dahulu. Tapi, bila Master Lien Ci ada di mobil itu, maka mereka sudah tidak perlu Iihat peta lagi. Master Lien Ci bisa memberitahu si supir untuk belok ke kiri atau ke kanan atau berjalan lurus. Bila ia katakan stop, maka memang itulah tempat yang mereka ingin tuju. Semua menjadi kagum terheran-heran. Bila roh tingkat tinggi itu meninggalkan badannya, maka rasanya seperti ada kekuatan meninggalkannya. Tubuhnya menjadi gemetar. Kepalanya tertunduk. la pun menjadi sangat lemah. Master Lien Ci memberitapu saya bahwa ia tak tahu apa apa tentang hongshui. Tapi, bila roh itu sedang menempelnya, ia jadi serba tahu tentang hongshui. Cukup beritahu dia sebuah alamat rumah, maka ia akan tahu segala sesuatunya tentang rumah itu, tak perduli betapa jauhnya sekalipun rumah itu. la tidak perlu pergi mengunjungi rumah itu. Dalam sekejab, Master Lien Ci sudah akan tahu segala aspek Hongshui rumah tersebut. Informasi nya pun tepat 100%.

Semua orang akan bengong menyaksikan kemampuannya. Master Lien Ci memberitahu saya bahwa suatu kali ia merasa sangat letih. Roh tingkat tinggi itu menganjurkannya untuk istirahat dan nonton film secara gaib. Roh itu bertanya, "Kau mau nonton film apa?" Master Lien Ci menjawab, "Sebuah film koboi juga boleh." Maka, Master Lien Ci cukup berbaring di ranjang dan menonton film tersebut (tanpa ada pesawat televisi). la benar benar melihat layar gaib dimanafilm diputar. Warna dan gerakan orang dalam layar gaib nya itu jelas sempurna. la bisa nonton film apa saja yang ia mau.

Master Lien Ci memberitahu saya bahwa dalam waktu beberapa hari itu saja, ia telah menjadi orang yang maha tahu dan maha bisa. Ia bisa melihat hal hal yang ribuan kilometer jauhnya. Ia bisa mendengar suara musik yang ia khayalkan. Dulu, ia pernah belajar musik klasik. Waktu itu, bila ia ingin mendengar musik Beethoven, maka musik Beethoven langsung terdengar. Bila ia menginginkan musik Schubert, maka musik Schubert langsung terdengar. Ia bahkan bisa mengundang musik langit (musik surga) bila ia mau. Ia berkata bahwa selagi ia mencuci tangan, bahkan suara air kran yang mengalir pun berubah menjadi musik surgawi! Ia berkata bahwa saat itu ia mempunyai kemampuan untuk membaca pikiran orang lain, kemampuan untuk mengetahui kehidupan masa lampau dan kehidupan masa mendatang dari setiap orang, bagaikan sedang membaca buku saja.

Suatu hari, seorang rekan sedharma nya yang menderita penyakit rhnitis (hidung) mendatanginya. Master Lien Ci langsung tahu bahwa dalam kehidupan lampau -- rekannya itu adalah seorang Mesir. Penyakit rhnitis nya adalah disebabkan - dalam kehidupan lampaunya di Mesir -- sebuah gelang dipasang di hidung nya, sebuah tradisi yang pernah dipraktekkan di jaman Mesir kuno. Master Lien Ci langsung mencabutnya. Maka, penyakit hidung itu pun lenyap. Master Lien Ci menjadi suka banyak bicara bila roh itu sedang menempelnya. Apa yang ia ucapkan selalu 100% tepat. Master Lien Ci bahkan lengkap memperoleh ke 6 jenis kesaktian (mata batin, telinga batin, membaca pikiran orang lain, mengetahui kehidupan masa lampau orang, langkah gaib, dan pemutusan segala kebocoran energi). Master Lien Ci tidak pernah belajar akupunktur, tapi bila roh itu sedang menempelnya, ia jadi serba tahu tentang akupunktur. Ia tidak pernah belajar ilmu obat Cina, tapi ia jadi tahu semua resep obat Cina. Ia bahkan tahu resep obat barat pula. Ia jadi tahu ilmu meramal, dapat meramal nasib perorangan, nasib negara (bangsal, bahkan nasib seluruh peradaban manusia. Ia tahu semua ilmu dunia. Master Lien Ci memberitahu saya: Saat itu ia berpikir bahwa kecuali terhadap Maha Guru Lien Shen Lu Sheng Yen, ia memandang remeh semua Master di aliran Tantra SatyaBuddha, bahwa dia lah Master nomor satu. Ia maha kuasa. Ia bisa meramal masa depan. Ia punya layar gaib di benak nya yang dapat menunjukkan semua peristiwa masa mendatang satu demi satu. Apa yang terjadi pada Master Lien Ci tentu saja merupakan sebuah fenomena dunia roh yang menarik, tetapi kejadian terse but juga menguatirkan. Saya sendiri sangat waspada terhadap hal hal seperti itu, tidak pernah lengah satu detik pun. Saya maklum bahwa roh tersebut telah menguasai Master Uen Ci sepenuhnya. Roh itu bisa membuang hawa keserakahan (loba), kebencian (dosa), dan kebodohan (moha) dan memurnikan tubuh dan pikiran Master Lien Ci. Lebih hebat lagi, bahkan apa yang harus dimakan Master Lien Ci juga dikontrol oleh roh itu. Menu makanan dan jadwal makanan sudah diatur oleh roh itu selama 1 minggu dimuka. Lien Ci tinggal melihat daftar menu dan tanggal ia harus makan jenis makanan nya.

Yang menguatirkan saya adalah bahwa Lien Ci tidak tidur beristirahat selama 3 hari 3 malam berturut-turut. Ia pun dalam keadaan sakit dan lemah. Bahkan orang normal saja bisa ambruk bila tidak tidur selama 3 hari. Bila tidak tidur selama beberapa hari, seorang normal bahkan bisa sampai menderita schizophrenia. Saya prihatin bahwa Lien Ci bisa menjadi gila.

Sewaktu Lien Ci datang mencari saya, ia sangat lemah dan tidak stabil, masih dikuasai roh itu. Sewaktu ia bicara, mulutnya gemetar. Juga ia menjadi sangat sornbong. la berkata, "Semua Master aliran SatyaBuddha dibawah tingkat saya. Saya minta Maha Guru Lu Sheng Yen mengumumkan bahwa saya adalah si Maha Guru dari semua Guru.

Ini membuat saya prihatin. Bila seorang sadhaka (orang yang melatih batin) tidak perlu berlatih, tinggal menunggu ditempel roh, lalu langsung mendapatkan 6 jenis kesaktian, maha sukha (kebahagiaan besar) dan penerangan, maka apa gunanya melatih diri? Tinggal berdoa saja supaya ditempel roh sakti tingkat tinggi! Yang saya lebih prihatin lagi adalah bahwa roh ini ingin tinggal di badan Lien Ci secara permanen karena roh itu mulai membangun istana nya sendiri di badan Lien Ci.

Bila demikian, maka Lien Ci cuma menjadi juru bicara nya saja atau menjadi semacam medium baginya. Lien Ci memberitahu saya bahwa roh itu mempunyai kekuasaan penuh tentang apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan. Sebaliknya, Lien Ci harus taat terhadap semua yang dikatakan oleh roh tersebut. Bila, misalnya, Lien Ci ingin mengangkat sebuah pen, maka ia tidak akan sanggup melakukannya bila tidak diijinkan roh tersebut. Jadi, Lien Ci benar benar dikuasai sepenuhnya. Roh itu juga semenjak awal berpesan kepadanya, "Bila kau tahu terlalu banyak, maka kau akan kena banyak malapetaka." Saya merasa bahwa kata kata ini merupakan suatu gertakan (ancaman) pembukaan supaya Lien Ci menjadi tunduk dan tidak banyak membantahnya.

Tentu saja, saya sudah tahu hal ini dari mula hingga akhirnya. Roh tingkat tinggi• itu memang adalah salah satu roh yang pernah saya tolong dari penderitaan sehingga kemudian membalas budi dengan cara berfungsi sebagai salah satu Dharmapala saya. Sewaktu saya memberikan Lien Ci pemberkatan "yang pertama, roh itu kabur dari saya dan masuk ke badan Lien Ci selagi ia sedang lemah. Roh itu telah berlatih lama sekali dan telah mencapai tingkat yang tinggi. la lebih hebat dari kebanyakan roh. Ia punya 6 jenis kesaktian (Sad Abhinna). Kelemahan nya adalah bahwa ia sombong, merasa diri sebagai nomor satu. Ia ingin saya mengakui kehebatannya. Saya selalu membiarkan segala sesuatu berjalan alamiah. Saya tidak memperdulikannya. Kemudian, saya memberi Lien Ci pemberkatan (adisthana) kedua. Lien Ci bisa tidur sekarang. Tapi, roh itu masih tidak mau pergi. Jadi, saya berikan pemberkatan ke 3 dan ke 4. Roh itu sudah hampir tidak tahan lagi. Maka, saya berikan pemberkatan ke 5 kalinya. Roh itu sekarang bertanya, "Kau mau apa?" "Saya mau kau keluar. Kau tidak boleh menguasai murid saya seperti itu." "Harap bentuk mudra mengusir." Saya membentuk mudra mengusir, begitupula Lien Ci. Maka, keluarlah roh itu. Setelah itu, barulah Master Lien Ci bisa kembali tidur normal dan makan normal. Ia sekarang bisa tidur kapan ia mau dan makan apa yang ia mau. la tidak lagi; "sebuah kereta yang ditarik oleh 2 kuda". Ditempel sesosok roh sakti sungguh merupakan pengalaman yang tak terbayangkan. Tak mampu mengontrol diri sungguh mengerikan akibatnya! 

 

**sumber artikel: buku "Kasus2 Kesurupan dalam melatih batin", kisah ke-11